Memisahkan nilai sebelum pajak dari nilai total
PPN adalah 10% dari nilai sebelum pajak, dan sebelum pajak berarti sebelum pungutan itu ditambahkan. Untuk menarik PPN dari angka yang sudah termasuk pajak, bagi dengan 1,1 untuk menemukan nilai sebelum pajak, lalu ambil 10% darinya.
Kalau 1.100.000 sudah termasuk pajak, nilai sebelum pajaknya 1.000.000 dan PPN-nya 100.000. Mengalikan angka total dengan 10% memberi 110.000, dan itu keliru. Ke arah sebaliknya, 1.000.000 belum termasuk pajak membawa PPN 100.000 sehingga totalnya 1.100.000.
Perusahaan menyetor PPN keluaran dikurangi PPN masukan. Menjual 1.000.000 dan membeli 600.000 berarti membayar 100.000 − 60.000 = 40.000. Yang menanggung pajaknya adalah konsumen akhir; perusahaan hanya meneruskannya.
Mengapa PPN atas 1,1 juta bukan 110.000
Mengalikan angka yang sudah termasuk pajak dengan 10% jauh merupakan kesalahan paling umum: 1.100.000 membawa PPN 100.000, bukan 110.000. Selisihnya membesar seiring nilainya, jadi periksa sebelum menerbitkan penawaran atau faktur.
Dibebaskan dan bertarif nol bukan hal yang sama. Penyerahan bertarif nol tetap terutang pada 0%, sehingga PPN masukannya bisa dikreditkan; penyerahan yang dibebaskan berada di luar sistem dan tidak bisa. Ekspor bertarif nol; bahan pangan pokok dibebaskan.
Menerapkan aturan umum pada wajib pajak skema sederhana membesarkan tagihannya secara keterlaluan. Mereka mengalikan nilai total dengan rasio nilai tambah sektoral 15 sampai 40% sebelum mengenakan 10%.