Jarak dibagi efisiensi memberi jumlah bahan bakar
Bagi jarak dengan efisiensi bahan bakar untuk mendapat jumlah BBM, lalu kalikan dengan harga. 100 km pada 12 km/L memakai 8,33 liter, sekitar Rp 83.000 dengan harga Rp 10.000 per liter. Untuk L/100 km hitungannya terbalik: 100 km pada 7 L/100 km memakai 7 liter.
Nyalakan pulang-pergi dan isi jumlah perjalanan per bulan untuk melihat biaya ke kantor: 25 km sekali jalan, 22 hari sebulan, pada 12 km/L dan Rp 10.000 per liter, sekitar Rp 917.000 sebulan.
Mobil listrik memakai hitungan yang sama: anggap satu kWh seperti satu liter, isi km per kWh sebagai efisiensi dan tarif per kWh sebagai harga BBM. Mengisi daya di rumah lebih murah; pengisi cepat umum jauh lebih mahal per kWh.
Efisiensi resmi bukan efisiensi nyata
Angka resmi berasal dari daur uji baku. Kemacetan, akselerasi keras, pendingin udara, muatan, dan pemanasan mesin pada musim dingin lazimnya menelan 10 sampai 20%. Ukur milik Anda sendiri dengan membagi jarak tempuh dengan liter yang diisikan.
Kondisi berkendara sangat menentukan. Dalam kota jauh lebih buruk karena terus berhenti dan berjalan; di jalan tol puncaknya mendekati 100 km/jam. Untuk rute campuran pakailah rata-rata.
Bahan bakar bukan seluruh biaya memiliki mobil. Asuransi, pajak kendaraan, perawatan, dan penyusutan sering melampauinya. Bandingkan pilihan perjalanan dengan semuanya diperhitungkan.